Kamis, 30 Juli 2020

CERITA LUCU DELON Ndeso ‘Emaku Sayang, Emakku Gaptek”


Halo gaes, kenalkan namaku Deeelooon…. Aku newbie blogger lho, iki masih gemeteran lho belajar nulise… Asalku dari Indramayu, pasti netizen udah pada tahukan Indramayu? Kota mangga itu lho…

Aduh, ongkob gaes…

Aku mau cerita tentang emakku niy. Emakku itu orangnya rajiiin banget bersih-bersih, gak bisa lihat yang kotor langsung dicucinya.

Kamis, 13 September 2018

Beribu Peluang dari Dunia Film

Menjadi pemeran itu tidak mudah
"Dulu sangat susah sekali untuk belajar membuat film," cerita sineas senior pak Slamet Raharjo, yang sudah didaulat menjadi penasehat pusbang film, beliau harus mengetuk dari satu pintu ke pintu lain. Tapi jawaban yang didapat hanya saran untuk menjadi orang terlebih dahulu, mungkin zaman dahulu memang sedikit peluang untuk bisa belajar mengenai film. Sekarang ada Pusbang Film di bawah naungan Kemdikbud yang sangat aktif menggelar berbagai kegiatan perfilman termasuk workshop ataupun pelatihan dari seminggu sampai lebih dari seminggu. Apalagi ternyata ada 159 okupasi dalam sebuah pembuatan sebuah film layar lebar, dan satu okupasi bisa lebih dari tenaga satu orang yang dibutuhkan. Tapi tidak mudah memang untuk bisa diterima ikut pelatihan yang diadakan oleh Pusbang Film ini, contohnya untuk Pelatihan Perfilman Tingkat Menengah 2018 dari 600an pendaftar hanya 147 orang yang diterima. Malah ada yang sudah tiga kali mendaftar tak kunjung diterima. Saya sendiri untuk kedua kalinya mendaftar, alhamdulillah, diterima mewakili Klub Seni Film SMK Teladan Kertasemaya Indramayu. Apa siy sayaratnya? Ya selain mengisi formulir, KTP, surat keterangan berbadan sehat, juga membuat esay kenapa harus diterima ikut workshop, dan juga harus mengirimkan tautan karya film, tentunya. Jadi bagi yang mau ikut harus belajar menulis, dan juga bikin karya film dulu, sebaik mungkin ya… Kalau soal persyaratan umur? Ya, tidak mutlak… Karena walaupun tertulis 18 ampi 25 tahun, ajaibnya saya yang sudah lebih dari 40 tahun juga diterima, dan ada beberapa anak SMK, yang sepertinya kurang dari 18 tahun. Dan inilah cerita seru saya selama sepuluh hari mengikuti workshop....
Pada hari Rabu pagi, 29 Agustus 2018 adalah dimulainya perjalanan menuju Sawangan, Depok untuk mengikuti Pelatihan Perfilman Tingkat Menengah… Dengan menaiki kereta menuju stasiun Jatinegara dan dilanjutkan dengan menyewa mobil dari salah satu mode transportasi roda empat berbasis daring. Sesampainya di Pusdiklat Kemendikbud, tepatnya di gedung nusantara untuk melakukan registrasi pada panitia. Sempat kebingungan karena diberikan nomor kamar di IKA 206. Maklum, ini adalah pertama kalinya menjejakan kaki di Pusdiklat Kemendikbud ini. Mungkin, karena saya disangka sempat mengikuti Pelatihan Dasar sebelumnya, padahal saya langsung masuk ke tingkat Menengah… Tapi setelah tanya sana-sini dan melihat ada papan petunjuk akhirnya sampailah di lantai 2 gedung Bhineka yang disebut gedung IKA. Ternyata saya adalah yang pertama tiba di kamar ini. Gak berapa lama kemudian muncul teman dari Kupang, dan pada sore hari datang yang lain dari lombok. Dan pada malam harinya ada tambahan ranjang untuk mahasiswa yang datang dari Jember, yang sebenarnya berasal dari Tegalgubug, Cirebon. Resmi kami berempat menempati kamar 206 di gedung IKA.

Pada malam harinya kami berkumpul di gedung Merah Putih yang berbentuk aula untuk pembukaan acara workshop selama sepuluh hari. Selain berkumpul berdasar kelas yang diikuti, kebetulan saya mengikuti kelas Tata Artistik, dan sempat juga diadakan Pretest, sejenis tes esay menguji pengetahuan di bidang Artistik. Banyak istilah baru yang baru saya dengar… Akhirnya hanya bisa menebak-nebak saja untuk mengisinya. Keesokan Kamisnya dimulailah kuliah di ruang masing-masing berdasar kelasnya. Ada sekitar enam kelas dari kelas Penyutradaraan, Tata Artistik, Tata Kamera, Tata Suara, Editing, dan Skenario. Di awal belajar semua mendapatkan mata kuliah minor, di pertengahan proses baru fokus ke materi Tata Artistik sebagai majornya. Dan pada hari kelima mulai semua kelas disatukan berdasarkan nomor kelompok. Karena semua kelas dibagi menjadi enam kelompok. Untuk kelompok artistik sendiri ada yang lima atau empat orang dalam kelompok. Kembali berkenalan dengan teman-teman baru dari seluruh nusantara, dengan sutradara, orang kamera, dan orang tata suara. Hanya peserta kelas editing dan skenario yang tidak mengikuti kegiatan shooting bersama.

Dan tak terduga, saya selain menjadi artistik, tepatnya di bagian property juga tak sengaja menjadi pemain utama, ya walupun ceritanya jadi mantan pejahat yang susah mencari pekerjaan hehehe… Awalnya bingung ketika ditawari menjadi pemain utama, tapi juga kesempatan emas supaya ada bukti kongkrit untuk murid saya di sekolah… Setelah mendapat izin dari tim Artistik, akhirnya saya mencoba bermain peran, dibantu tim penyutradaraan melalui coaching talent, diskusi dengan sutradara, penata kamera, suara, dan semua tim yang alhamdulillah saling bahu membahu. Ternyata sangat capek juga menjadi aktor, ya walaupun aktor jadi-jadian hahaha… Karena banyak adegan lari, maka kaki terasa pegal, tulang serasa patah-patah, apalagi kontur tanah di tempat pelatihan naik turun dan banyak tangga. Shooting dua hari dari pagi sampai malam pun akhirnya dilewati… Dan sisa dua hari diisi dengan materi artsitik berkaitan dengan make up dan efek, cukup seru juga. Dari mulai membuat api, efek wajah tua, luka, dan tata rias seperti zombie… Untunglah setelah shooting menyempatkan nonton bareng di Bioskop Cinere sebuah film silat yang lagi nge-hit karena dalam sembilan hari ditonton sejuta orang. Wow…


Dan akhirnya tibalah malam penutupan dengan pemutaran enam film dari kegiatan shooting bersama. Empat film bergenre humor, satu drama, dan kelompok kami bergenre thriller. Sayangnya, hasil tugas film tidak dilombakan, hanya dikomentarin para mentor, dan dilanjutkan dengan pemilihan peserta terbaik pilihan para mentor dari tiap kelas. Acara berlangsung sampai jam 12 malam lebih…Tidak terasa sepuluh hari sudah dilewati maka Jumat pagi pun kami berpisah… Semuanya berpencar kembali ke berbagai pelosok nusantara untuk mengembangkan industri film di masing-masing daerah. Yang katanya film daerah yang kental khas lokalnya punya kelebihan yang lebih baik. Alhamdulillah, ilmu, pengalaman, buku-buku, berkenalan dengan mentor yang masih aktif membuat film di ibukota, dan juga kenal dengan teman-teman dari berbagai daerah membuat saya ingin menjelajah seluruh daerah di nusantara tercinta ini. Dan tentunya ingin terus berkarya film bersama! Semangart!

Jumat, 17 Agustus 2018

Inspirasi Dari Kampus Jogja


Kunjungan Industri Kompetensi Multimedia
Alhamdulillah, pada hari Selasa, 14 Agustus 2018 kompetensi Multimedia SMK Teladan Kertasemaya Indramayu sudah berkunjung ke kota Jogjakarta dengan selamat, lancar, dan seru. Berangkat dari sekolag sekitar bada Maghrib, dan sempat beberapa kali berhenti untuk melaksanakan sholat Isya di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah, dan sebelum subuh sudah sampai di Jogjakarta. Istirahat, mandi, sholat subuh dan sarapan di sebuah restoran yang cukup menarik yaitu Paradise, untuk persiapan ke tujuan tempat pertama, karena bakal ada tiga tempat utama yang bakal dikunjungi di DI Jogjakarta ini.

Jumat, 20 April 2018

Pelajar dan Komunitas Film, Class With Lumix

Mencoba alat di Class With Lumix
Alhamdulillah, ini adalah pertama kalinya saya menghadiri komunitas film, tepatnya DSLR Cinematography Indonesia (DCI) yang kali ini diadakan di Majalengka. Bisa dibilang tidak dekat juga jaraknya dari Kertasemaya, Indramayu... Mungkin lebih dari satu jam perjalanan, ditambah mencari alamat jadi bisa dua jam lebih. Perjalanan memilih jalur melewati Jatiwangi... Dimulai belok ke Binaria, Ligung, melewati desa Loji, melewati Cigasong, dan akhirnya  sampai di Majalengka kota. Setelah kesulitan mencari alamat karena gedung yang berkaitan dengan dinas pariwisata ada beberapa... Akhirnya menghubungi dan bertemu terlebih dahulu dengan panitia, tepatnya ketua dari Indie Positif yaitu kang Iman Plezz, malah sempat dapat info tempat menginap yang oke tapi tidak sampai merogoh kantong lebih dalam. Maklum acara dimulai jam satu siang sampai jam lima sore, dengan perjalan jauh, musathil untuk pulang malam, jadi lebih baik menginap semalam. Sempat hujan tapi tidak sampai kehujanan... Tapi malamnya di Majalengka hujan deras sampai pagi hari. Istirahat sebentar sambil menunggu info dimulainya acara.

Sabtu, 14 April 2018

Pentingnya Mempersiapkan Prakerin Dari Kelas X

Amir Dinillah ketika tugas meliput pernikahan di Koperasi Ganesha CMIK
Prakerin, yang kepanjangannya Praktek Kerja Industri adalah kegiatan yang ada di Sekolah Menengah Kejuruan. Jadi selain mata pelajaran lebih banyak dibanding di SMA, karena ditambah mata pelajaran yang disesuaikan dengan kompetensinya, pada saat kelas XI diwajibkan mengikuti prakerin. Lamanya waktu prakerin sekitar tiga bulan. Waktu pelaksanaan prakerin ini beda-beda disesuaikan atau diatur oleh sekolah masing-masing. Untuk kompetensi Multimedia SMK Teladan Kertasemaya pada pertengahan bulan Januari sampai dengan awal April 2018 merupakan gelaran prakerin pertamanya. Yang alhamdulillah, berjalan lancar... Ya, walau ada sedikit masalah, di hal teknis dan itu ada di semua kompetensi ataupun sekolah setiap tahunnya. Apa saja tuh masalah-masalah yang timbul? Untuk kelas X yang tahun depan mau prakerin sebaiknya baca dengan tuntas... Atau boleh bertanya lebih lanjut setelah mebaca semua tulisannya.

Kamis, 01 Maret 2018

Sepuluh Soal Essay Seni Budaya Kelas X SMK Semester I


  1. Contoh sketsa sebagai karya seni rupa dua dimensi yang dibuat secara digital
    Apa yang dimaksud dengan seni rupa tiga dimensi?
  2. Jelaskan proses pembuatan wayang yang terbuat dari kertas karton atau kardus dalam sepuluh kalimat!
  3. Sebutkan empat sumber gagasan dalam membuat karya seni rupa tiga dimensi!
  4. Sebutkan tiga contoh karya tiga dimensi yang menjadi ciri khas dari sebuah kota atau daerah di Indonesia!
  5. Kesan apakah yang diwujudkan oleh tarikan garis tipis melengkung?
  6. Poster lambang Garuda Pancasila adalah contoh karya seni rupa dua dimensi yang memakai teknik penggunaan warna secara apa?
  7. Sebutkan lima unsur seni rupa dua dimensi!
  8. Sebutkan contoh karya seni rupa tiga dimensi, minimal lima contoh!
  9. Yang tidak mempertimbangkan fungsi praktisnya sebuah karya seni adalah ciri dari karya seni rupa apakah?
  10. Memperindah bentuk dan tampilan sebuah benda meningkatkan kenyamanan penggunaanya adalah ciri dari karya seni rupa apa?

Senin, 26 Februari 2018

Tips Menghadapi Wawancara Kerja

Dalam mencari pekerjaan ada beberapa tes atau ujian sampai diterima menjadi seorang karyawan. Jadi tidak mudah, perlu persiapan yang baik. Selain tes psychotest, dan tes bidang, berikutnya akan dipanggil untuk tes wawancara. Baru setelah wawancara diterima atau lulus, maka akan diundang untuk tes kesehatan. Katanya tes kesehatan sama dengan 99% diterima. Semua tes di perusahaan bonafid tidak ada yang berbayar alias gratis semua. Tips ini berdasarkan pengalaman ditambah informasi dari HRD (Human Resources Development) atau PSDM (Pengembangan Sumber Daya Manusia) di beberapa perusahaan. Walaupun katanya mencari kerja itu ibaratnya mencari jodoh.. Tapi dengan tips ini setidaknya memberikan informasi untuk mempersiapkannya, jadi pas menghadapinya lebih rilex. Apa saja tuh? Diantaranya...