Minggu, 22 Oktober 2017

"Antzerki Award" Untuk Produktifitas Film Di SMK Teladan Kertasemaya

Suasana diskusi skenario antara kelas X dan Dewan Antzerki
Kelas sepuluh yang berjumlah delapan kelas, setengahnya sudah berhasil membuat film pendek bersama Dewan Teater Antzerki 47. Dimulai dari kelas X Akuntansi 2, dilanjut dengan X Akuntasi 1, dan disambung ke kelas X Multimedia 2, dan baru kemarin bersama kelas X Multimedia 1. Beberapa filmnya sudah ditayangkan di depan para murid, atau sudah ditayangkan secara online. Di mana tuh alamat onlinenya? Dan bagaimana siy proses pembuatan atau belajar membuat film pendek?




Pemeran dan clapper oleh kelas X, crew dari dewan
Dewan Teater Antzerki 47 yang aktif yaitu Tedja Saputra sebagai ketua, Mukhit sebagai wakil ketua, sekretaris Ilmana Yusrin, bendahara Fadila Rahmawati, ketua kameramen Faisal Ernoto, ketua editor Said Anwaroh, ketua skenario Inah Masrinah dibantu anggota dewan Teater yaitu Amir Dinillah, Ditha Anggraeni G, Rozikin, M. Nurochman, Sriyana, dan Nur Halimah yang setiap Sabtu mendukung kegiatan membuat film bersama kelas X ini lancar dan produktif. Ya, sekitar tiga belas dewan yang terus aktif di setiap kegiatan pertemuan bersama kelas sepuluh ini. Pertemuan pertama diisi dengan materi seputar seni teater, dan pertemuan kedua langsung berkarya. Terasa cepat, tapi semua ekskul memang kebagian dua kali pertemuan... Jadilah dipertemuan kedua semuanya melakukan kegiatan, dan dipertemuan pertama pemberian materi atau pengetahuan. Tapi karena jadwal yang berubah, karena kegiatan lain yang bermunculan sebagai kendalanaya, jadilah kadang ada kelas yang tidak kebagian materi pengetahuan, jadi langsung praktek saja.

Tidak hanya di dalam sekolah, juga di lingkungan sekitar
Perubahan dari semua ekskul sama, tidak ada yang jadi ekskul wajib, menjadikan jadwal ekskul untuk kedelapan kelas dijadwalkan secara rolling atau bergantian untuk kedelapan jenis ekskul yang ada. Walau seharusnya pengambilan anggota dilaksanakan setelah perkemahan bersama seluruh ekskul, tapi beberapa ekskul sudah mengambil anggota dengan alasan perlombaan. Antzerki, sebagai ekskul teater sendiri memilih baru mendata saja... Selebihanya ada dua kegiatan berkarya film yang berjalan yaitu pas hari Sabtu bersama kelas sepuluh, atau kegiatan dewan melalui sistem berkarya yang sudah ada di dewan dengan cara casting sebagai pencarian bakatnya, misalnya. Jadi cara berkarya di Teater 47 rada berubah, dan ini membuat produksi film di dewan rada melambat, tapi justru beberapa film kelas sepuluh semakin banyak tidak hanya dari kelas multimedia, malah dimulai dari kelas akuntansi... Dan tinggal membuat film bersama kelas teknik sepeda motor, dan tata busana. Tapi sampai kemarin sudah setengahnya selesia, tinggal menyelesaikan setengahnya lagi. Semangart!

Asistensi skenario dengan pelatih ekskul
Perubahan ini bagi pelatih ekskul seni, justru banyak manfaatnya selain produksi film pendek dari kelas sepuluh jadinya banyak. Ini juga sebagai latihan anggota dewan sebagai mentor dalam segala hal dalam pembuatan film. Ya, tapi tetap untuk editor film sepertinya masih itu-itu saja orangnya... Tapi saya yakin ada regenerasi editor film juga. Dari delapan kelas, sudah mulai ada beberapa bakat pemeranan yang baik. Kegiatan membuat film ini bagaikan casting setiap minggu di kelas yang berbeda. Skenario pun semakin lebih baik dari minggu ke minggu, terutama dewan semakin serius membuat skenario film yang baik. Maka cerita film pun dari ke hari semakin baik. Dimulai dengan mendiskusikan ide cerita bersama kelas sepuluh dengan mentor dewan teater, setelah itu skenario diasistensikan ke pelatih. Terkadang pelatih memanggil dewan lain untuk bertukar pikiran, maka munculah pemecahan ide supaya cerita menjadi lebih baik.

Camcorder dicoba pada slider
Sayangnya kamera yang ada dua atau tiga jika mengambil kamera pelatih membuat pembuatan film ini menunggu dalam antrian peminjaman alat. Maklum steiap kelas yang terdiri dari empat baris, kita kelompokan menjadi empat juga. Jadi satu kelas memproduksi empat film. Ada yang sehari keempatnya selesai semua, ada juga yang tidak bisa karena beberapa faktor. Terutama apel sebelum dan sesudah ekskul membuat waktu menjadi sempit, apalagi jadwal apel ekskul ini terkesan kurang terjadwal dengan baik. Kalau boleh usul siy, ya sebulan sekali saja... Sehingga jadwalnya jelas, pembina apel dari guru pun siap, tidak celingukan... Misal jadwal apel kalau terjadwal tugas pembina upacara juga tidak terkesan dadakan dipilih. Kalau perlu semua pelatih, pembina Osis, dan Waka kesiswaan hadir semua di upacara ekskul biar terlihat sangat mendukung. Dan setiap ekskul bisa mensiasati sempitnya waktu ketika di hari tersebut ada apel ekskul.

Ketua dan wakil ketua sering menjadi sutradara tapi kadang jadi kameramen
Kembali soal bikin film bareng kelas X,  yang kebanyakan jadi para pemain dan penggagas ide, tapi untuk kelas Multimedia sudah mulai bisa menjadi crew karena ini berkaitan dengan jurusannya. Tapi tetap diawasi dewan teater dan pelatih. Maka jangan heran kalau fotonya dan halamannya terus ter-update... Beberapa film bisa dilihat di halaman fesbuknya Ekskul Seni atau channel youtube Teater47. Pelatih malah punya ide, selain sudah menyangkan baik secara offline maupun online, juga ingin memberikan penghargaan dalam bentuk awarding. Walau sederhana ini sesuai moto dan prinsip Antzerki 47 yang mengharagai karya, karena tidak semua orang bisa rajin membuat karya, apalgi membuat karya yang berkualitas itu pasti tidak mudah. Berkarya sama dengan membuat waktu maksimal digunakan secara positif. Kategori Antzerki Award-nya mungkin selain The Best Film, The Best Director, The Best Akctor, The Best Actress... Eh, mungkin pakai bahasa Indonesia saja kali ya? Ya, ini baru ide... Tapi masih ada sebulan lagi digodok untuk empat kelas yang harus ditemui... Mungkin Editor terbaik, Audio terbaik... Atau ditambah khusus dewan dan umum, misal Stop Motion Terbaik, Animasi 2D terbaik... Wah, bisa banyak banget yah... Semua ide perlu didiskusikan dan bekerjasam supaya terwujud. Kalau dari lingkungan sendiri sudah berani menghargai karya sendiri, insya Allah ada karya yang bisa bersuara dan jadi juara secara lebi global di masyarakat. Dan kalau seduah rutin bisa membuat kegiatan lingkup sekolah, seriring kemajuan, kedepannya bisa siap bikin kegiatan dengan skala yang lebih besar. Insya Allah, Semangart!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar