Kamis, 11 Mei 2017

Distance, Film Yang Bikin Baper Indramayu


Media internet sekarang memang yang paling nge-hits untuk semua orang, terutama anak muda, dan generasi yang lebih muda lagi… Maka tak heran, kita bisa menemukan film-film dari kualitas biasa sampai yang bagus. Salah satunya film yang sudah empat bulan ter-upload, tepatnya pada tanggal 29 Desember 2016… Sebuah film karya anak Indramayu yang mengisahkan perjalanan cinta sepasang kekasih di masa SMA yang penuh lika-liku drama ala anak-anak sekolah, begitu yang tertulis di keterangan filmnya. Sutradaranya yaitu Rizki Maulana, dengan pemeran utama Rizki Maulana dan Tutut Yulianita. Film ini diproduksi oleh RGB Studio. Bismillah… Ini adalah film pertama yang saya ulas, sebelum mengulas film-film pendek lainnya…


Kalau melihat cara pengambilan gambar film ini sudah termasuk profesional, seakan menonton film-film yang dibuat oleh salah satu televisi swasata nasional terbaru. Dengan setting di beberapa tempat di Indramayu, terutama di SMAN 1 Indramayu. Maklum sutradara dan pemeran utamanya adalah kelas XII, kalau tidak salah… Cukup inspiratif, karena kalau dilihat dari behind the scene-nya antara sutradara atau antara pemeran utamanya memang sepasang remaja yang saling jatuh cinta. Dan mereka memberikan contoh baik, bahwa cara pacaran yang indah dan sehta mungkin salah satunya dalam wujud film. Selain beberapa tempat di Indramayu, ada beberapa adegan yang diambil di stasiun Cirebon, dan mereka berjanji akan membuat sequel atau lanjutan filmnya yang berseting di Yogyakarta, kemungkinan akan menjadi proyek setahun. Dan mungkin sesuai dengan filmnya, mereka memang melanjutkan kuliah di Yogyakarta… Wow, patut ditunggu tuh filmnya…

Sang sutradara sepertinya hobi atau aktif berkegiatan teater di sekolahnya. Mungkin karena peralatan di sekolah yang kurang untuk membuat film yng serius, mereka berani menyewa jasa dari RGB Studio sebagai yang memproduksi film mereka. Dan dari behind the scene di  stasiun Jatibarang proyek filmnya ini direstui dan didukung penuh oleh orang tuanya. Tapi ceritanya memang bikin “baper” wajar kalau filmnya sudah ditonton 12.006 kali selama empat bulan… Ditambah ektingnya yang wajar dari para pemerannya. Dengan peralatan yang sudah standar dalam perfilman, beberapa tempat yang kurang terjaga kebersihannya dari para pembuang sampah sembarangan bisa dihilangkan atau diminimalisir, dengan fokus pada para pemain. Tapi seandainya masyarakat Indramayu sudah sadar kebersihan, maka semua tempat akan semakin indah untuk diabadikan. Iya enggak siy? Kembali ke film “Distance” selain sudah mempunyai penonton yang cukup banyak, kalau terus menghasilkan film baru dengan kualitas yang lebih baik lagi saya yakin sutradara atau para pemeran utamanya cukup menjanjikan untuk meramaikan dunia perfilman… Apalagi kalau mereka menempuh pendidikan tinggi di jurusan yang berkaitan dengan film juga. Wow! Tidak terbayangkan…

Ok, ulasan film pendek yang pertama saya cukupkan dulu… Kalau ada film lanjutannya insya Allah, akan saya ulas lagi… Dan tentunya saya akan berencana mengulas film-film pendek yang berasal dari Indramayu, terutama karya anak didik saya tentunya yaitu di kompetensi Multimedia SMK Teladan Kertasemaya. Bergantian diulasnya, tentunya, biar seru! Nantiksan saja dengan sabar ya…. ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar