Minggu, 20 November 2016

Minggu, 13 November 2016

Tikus Negara Yang Men"jantung"kan!

Alhamdulillah, pada hari Sabtu, 12 November 2016 Moch. Aldino Pasya sebagai perwakilan dari SMK Teladan Kertasemaya juga dari teater 47 sudah tampil di panggung perdananya. Kelebihan Aldino memang masih pada suara nyaringnya... Kalau ada lomba puisi lagi kata Aldino siap bertarung lagi, belajar dari pesaingnya di lomba baca puisi kemarin, semoga bisa lebih baik dan lebih ekspresif... Amin...

Berangkat dari Kertasemaya pada pukul 07:00 pagi, dan alhamdulillah datang paling duluan sepertinya... Karena sampai sebelum pukul 08:00. Sekitar pukul 09:00 acara pun dimulai dari peserta pertama, perlahan... Satu demi satu peserta maju ke atas panggung menuju nomor enam belas, nomor yang dimiliki Aldino. Dari 31 peserta Aldino termasuk yang berada di tengah-tengah urutan... Menikmati dan mempelajari satu persatu penampilan para peserta dari berbagai SMP dan SMA atau SMK baik negeri maupun swasta di Indramayu. Peserta yang tampil sangat bagus-bagus... Karena di Indramayu kota sudah beberapa kali diadakan lomba puisi terutama diadakan oleh kampus yang berada di Indramayu. Beruntung bisa ikut lomba, sehingga menambah wawasan mengenai penampilan membaca puisi, kenal dengan para sastrawan atau penyair dari Indramayu... Kurang beruntungnya ya karena lawan lebih baik dan lebih siap tentunya. Aldino sendiri menilai penampilannya cukup brutal. Tapi dia siap untuk memperbaiki penampilannya. Jadi kalau ada lomba serupa, semoga Aldino bisa jadi juara. Karena kekalahan harus diingat untuk memperbaiki diri. Kalau kekalahan dilupakan berarti tidak belajar dari kesalahan... Karena seorang pemeran harus berani mencoba kegagalan!

Yang masih membingungkan adalah beda antara membaca puisi, teatrikal, dan berdeklamasi... Karena membaca puisi katanya membaca biasa saja asal terkomunikasikan dengan baik kepada penonton atau pendengar. Tapi rasanya mungkin jadi terasa kurang menarik... Sementara yang tertarikal dan berdeklamasi terlihat menarik dan ternyata kemarin terpilih masuk finalis. Ini harus disikapi dan dipikirkan, atau mencoba untuk mempelajari lebih dalam lagi ...

Saya sebagai yang melatihnya dengan begron pendidikan seni terapan, atau guru seni budaya memang masih harus banyak dan lebih banyak belajar lagi. Membaca puisi memang berkaitan dengan sastra. Tapi ya masih berdekatan dengan seni teater. Jadi bagi yang ingin tampil dalam lomba membaca puisi berikutnya harus belajar dari dua guru, atau lebih... Tapi utamanya dengan guru bahasa Indonesia. Menyaksikan para pembaca puisi beraksi di panggung adalah sebuah pengalaman, sebuah pembelajaran, dan masih banyak manfaat penting lainnya. Dibanding dengan tidak pernah mengikuti lomba sekali pun. Jadi, Aldino atau anggota Teater 47 suatu hari nanti bakal menyerbu lomba puisi dengan sesuatu yang lebih baik! Insya Allah, Semangart!